
Sumber:
http://www.astraworld.com
http://www.avanzaxenia.net/showthread.php?tid=8442
Di era globalisasi ini, semua serba cepat menyebar. Termasuk teknologi pencurian
mobil. Bukan mustahil, trik `maling` di negara lain juga ditiru para pencuri
mobil di negara kita. Karena itu informasi DWTV (Deustche Welle Television) ini
sayang bila dilewatkan.
Di jaringan televisi Jerman itu pada awal Juni lalu disiarkan bahwa sebuah
walkie talkie dapat men-~jam~ signal yang ditransmit remote alarm mobil.
Sehingga, kalau si pengendara keluar dari mobil dan menekan remote untuk
mengunci pintu, receiver di mobil tidak akan menerima. Alhasil pintu tidak
terkunci.
Bila pengemudi terburu-buru dan tidak mengecek ulang konfirmasi alarm (bunyi dan
lampu berkedip) pencuri bisa leluasa. Mereka bisa masuk tanpa perlu menggunakan
kunci palsu, kunci `T`, apalagi memecahkan kaca.
Modus ini terbilang baru di mancanegara. Karena itu kita mesti berhati-hati.
Jangan-jangan sudah mulai terpikir oleh para pencuri lokal. Waspada, cek ulang
pintu-pintu mobil sebelum betul-betul meninggalkannya di tempat parkir.
Secara teknis, pencurian seperti ini memang bisa terjadi. Sebab, remote alarm
menggunakan pemancar dengan gelombang frekuensi tertentu. Dengan bentuknya yang
kecil, tentu daya pancarnya juga tidak kuat, hanya sekian miliwatt. Sementara,
daya pancar walkie talkie tentu jauh lebih kuat.
Nah, jika keduanya berada di frekuensi yang hampir sama, yang menang tentu yang
memiliki watt/daya lebih besar. Perintah dari remote alarm akan terganjal, dan
receiver alarm di mobil tidak menerima kode untuk mengunci.
Memang, di Indonesia sendiri sudah beredar alarm canggih anti grabbing dan anti
hijacking. Bedanya, yang biasa beredar ini melindungi alarm dari aksi pencurian
data/kode digital. Sementara, pencurian via walkie talkie ini adalah dengan
‘menghantam’ frekuensi pemancarnya.
So, sekali lagi hati-hati. Cek ulang pintu-pintu mobil sebelum meninggalkannya!


.gif)


Feb 6, 2009 at 08:30:55
Incredible site!
[Reply]